Fenomena Kota Maja ditengah Kelesuan industri Property

Sejak memasuki tahun 2015, Industri properti Indonesia di hantam keterpurukan yang cukup berimbas luas. Ditenggarai banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini, mulai dari Industri energi yang mengalami dampak perubahan global, hingga daya beli masyarakat yang menurun secara umum.

Hingga saat ini berbagai developer perumahan di tanah air juga harus banyak merubah strategi penjualan mereka, dari mulai discount, menggunakan konsultan pemasaran profesional bahkan ada yang membuat “idle” proyek perumahan mereka untuk kemudian dilanjutkan saat pergerakan pasar properti tanah air membaik. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan praktisi industri properti baik dari sisi developer, kontraktor, dan pemasaran harus gulung tikar akibat gelombang panas kelesuan yang mendera hingga saat ini.

Ditengah kelesuan tersebut, ada fenomena pergerakan pasar properti luar biasa yang terjadi di salah satu kota di provinsi Banten, yaitu Kota Maja. Kota Maja yang digadang-gadang pemerintah sebagai salah satu dari 10 Kota Mandiri Baru yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, ternyata tetap bergairah pada sektor propertinya. Buktinya Citra Maja Raya, perumahan besutan developer raksasa grup Ciputra mampu membukukan penjualan 7000 unit non subsidi hanya dalam waktu 11 hari, begitu juga dengan perumahan Permata Mutiara Maja yang sudah terjual lebih dari 1308 unit melalui kontribusi sales support tim Ben Hokk Property hingga bulan Agustus 2018 ini.

Menurut Nurul Yaqin Founder dari Ben Hokk Property, “Kunci keberhasilan tim sales force saya sehingga menjadi salah satu penyumbang penjualan terbesar di Citra Maja Raya dan Permata Mutiara Maja adalah pemahaman akan program pemerintah dan future development kota Maja.” Di satu sisi, pengembangan kota Mandiri Maja dimasa depan sangat menarik di mata investor kelas menengah, di sisi lainnya, harga yang masih relatif terjangkau, juga menjadi buruan end user yang berusia muda. “Harga yang terjangkau serta jalur kereta commuter line Tanah Abang – Maja, menjadi magnet bagi para end user berusia muda, sedangkan kombinasi faktor harga terjangkau dan future development kota Maja menjadi daya tarik luar biasa untuk para Investor menengah,” ujarnya.

Dengan kombinasi harga yang terjangkau, existing infrastuktur yang baik serta pengembangan di masa depan. tidaklah mengherankan pada akhirnya Kota Maja tetap bergairah ditengah-tengah kelesuan industri properti tanah air. Seiring dengan pesatnya pergerakan pasar properti di wilayah Maja, bukan tidak mungkin cita-cita Kota Maja untuk menjadi Kota Modern Mandiri akan terealisasi dalam waktu dekat.

Sejak memasuki tahun 2015, Industri properti Indonesia di hantam keterpurukan yang cukup berimbas luas. Ditenggarai banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini, mulai dari Industri energi yang mengalami dampak perubahan global, hingga daya beli masyarakat yang menurun secara umum.

Hingga saat ini berbagai developer perumahan di tanah air juga harus banyak merubah strategi penjualan mereka, dari mulai discount, menggunakan konsultan pemasaran profesional bahkan ada yang membuat “idle” proyek perumahan mereka untuk kemudian dilanjutkan saat pergerakan pasar properti tanah air membaik. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan praktisi industri properti baik dari sisi developer, kontraktor, dan pemasaran harus gulung tikar akibat gelombang panas kelesuan yang mendera hingga saat ini.

Ditengah kelesuan tersebut, ada fenomena pergerakan pasar properti luar biasa yang terjadi di salah satu kota di provinsi Banten, yaitu Kota Maja. Kota Maja yang digadang-gadang pemerintah sebagai salah satu dari 10 Kota Mandiri Baru yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, ternyata tetap bergairah pada sektor propertinya. Buktinya Citra Maja Raya, perumahan besutan developer raksasa grup Ciputra mampu membukukan penjualan 7000 unit non subsidi hanya dalam waktu 11 hari, begitu juga dengan perumahan Permata Mutiara Maja yang sudah terjual lebih dari 1308 unit melalui kontribusi sales support tim Ben Hokk Property hingga bulan Agustus 2018 ini.

Menurut Nurul Yaqin Founder dari Ben Hokk Property, “Kunci keberhasilan tim sales force saya sehingga menjadi salah satu penyumbang penjualan terbesar di Citra Maja Raya dan Permata Mutiara Maja adalah pemahaman akan program pemerintah dan future development kota Maja.” Di satu sisi, pengembangan kota Mandiri Maja dimasa depan sangat menarik di mata investor kelas menengah, di sisi lainnya, harga yang masih relatif terjangkau, juga menjadi buruan end user yang berusia muda. “Harga yang terjangkau serta jalur kereta commuter line Tanah Abang – Maja, menjadi magnet bagi para end user berusia muda, sedangkan kombinasi faktor harga terjangkau dan future development kota Maja menjadi daya tarik luar biasa untuk para Investor menengah,” ujarnya.

Dengan kombinasi harga yang terjangkau, existing infrastuktur yang baik serta pengembangan di masa depan. tidaklah mengherankan pada akhirnya Kota Maja tetap bergairah ditengah-tengah kelesuan industri properti tanah air. Seiring dengan pesatnya pergerakan pasar properti di wilayah Maja, bukan tidak mungkin cita-cita Kota Maja untuk menjadi Kota Modern Mandiri akan terealisasi dalam waktu dekat.

OUR OFFICE

Ruko Paris Square
Blok B2 No.29-30 
BSD City - Tangerang Selatan

CALL US

Phone Number:
+62 21 531 53522

Email Address:
info@benhokk.com

 

FOLLOW US
 

Image result for icon instagram Image result for linkedin icon

 

Copyright ©benhokk.com, 2016 - 2020. All Rights Reserved Powered by